Postingan

Menampilkan postingan dengan label Campus Life

Tentang USM STIS

Gambar
STIS menyongsong hari depan Melahirkan tunas-tunas harapan Profesional penuh kemandirian Tak gentar hadapi tantangan Tekad baja dan semangat membara Membangun perstatistikan negara Menyajikan data apa adanya Objektif tanpa rekayasa Sekolah Tinggi Ilmu Statistik Medan bakti membangun negeri Bersama.. kami mengabdi Untuk ibu pertiwi Tak kenal lelah... pantang menyerah Mari tegap mengayun langkah Curahkan... segala daya Tuk Indonesia Jaya Begitulah mars STIS (baca: es te i es; bukan stis apalagi setis) yang dulu saya hapalkan ketika masa orientasi. Kesannya berat gimana gitu ya. Tunas harapan, apa adanya, tanpa rekayasa. Sementara  British Prime Minister Benjamin Disraeli mengatakan " There are three kinds of lies: lies, damned lies, and statistics" . Kalimat ini terlampau well said untuk menggambarkan 'keluwesan' statistik. Karena dengan jalur yang ilmiah dapat membuat seolah-olah analisis terhadap data menjadi sebuah kebohongan...

Turun dari Kereta

Gambar
Anak mama udah nyampe kosan lagi.... Turun dari kereta, laper, cari nasi goreng, eh pada abis. Anak mama belum beruntung :') Nyari temen cerita nemunya laptop, jadi deh postingan ini horeee. Jadi, sepertinya kali ini adalah pulang kampung yang terakhir sebelum resmi wisuda. Udah empat tahun gaes dijejelin rumus, rumusnya minta diapalin diturunin dipraktekin dasar kau parasut :)) Nggak deng, di tahun-tahun terakhir dijejelin coding. Ngodingnya nggak segampang kalo ngodein doi sih, makanya cuma orang-orang yang bertalenta aja kayaknya yang bisa survive, yang nggak berbakat berarti harus meneteskan peluh bercampur air mata kayak eyke... Oke sekarang pakai bahasa yang lebih benar ya... Alhamdulillah 4 tahun dilewati dengan banyak dinamika. Alhamdulillah sepertinya kuliah saya nggak cuma kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) ataupun kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring). Dan alhamdulillah lagi, tanggal 10 September sudah dinyatakan layak lulus sidang. Betapa...

Setapak jejak, PKL 53

Gambar
11:36 pm mengakhiri hari Selasa dengan mengawali tulisan ini. Situasi di kalangan mahasiswa berbalok empat yang sedang harap-harap cemas sejak beberapa hari yang lalu akhirnya pecah juga. Pelaksanaan TKD cpns bagi kami resmi diumumkan hari ini. Insya Allah lusa akan segera mengalami tes berbasis komputer itu :) Meskipun cenderung dadakan, nyelip-nyelip di antara fokus-fokus yang lain, semoga Allah memberikan hasil yang paling baik untuk angkatan 53, aamiin. Anyway... Ini masih 6 Januari 2015. Ternyata sudah setahun perjalanan saya bersama mereka yang sebelumnya kerap dipanggil dengan embel-embel BPH (bepeha) PKL 53. Sebuah pengalaman yang juga jadi kewajiban bagi kami di tingkat tiga, karena jadi mata kuliah juga. Praktik Kerja Lapangan kepanjangannya, tidak kurang tidak lebih hehe. Yang lebih cuma  sukanya, asiknya, serunya, konyolnya, gentingnya, melankoli sampe hiperbolanya, dan yang paling penting kebersamaanya. Umumnya dengan mereka berduabelas. Khusunya dengan mereka ber...

Craving for Motivation

Gambar
Paragraf ini dibuat ketika sinyal B*O*L*T udah lancar di kosan, yes yes ngirit alhamdulillah :D Atau bisa jadi lebih boros ? Hehe. Ngomong-ngomong boros, ada hal yang nggak kalah boros, namanya waktu. Layaknya pedang, dia bisa menolongmu jika kau gunakan dengan baik, tapi bisa membunuhmu jika kau lalai. Liat sekarang berapa balok yang numpang di kedua pundak ? Ada 2x4 om, tante... (atau 4x2 ya) hehe. Itu balok memang bukan balok beneran, tapi anehnya rasanya memang sungguh lumayan berat. Even imaging how much obstacles that we have to go through, is pretty creepy... Dan...... Sekarang ini yang terpikir-tidak terpikir yaitu topik skripsi . Oh my to the GOD. Apa, mengapa, bagaimana. Yang paling penting itu "kapan". Nanti, nanti, atau nanti ? Sometimes later becomes never. Catet. Tiba tiba tiba tiba, memori otak ini flashback, yang kalau diinget sebenernya merasa bersalah juga. Dulu jaman 2012, ketika lebih sering makan tidur jalan daripada belajar dan berorganisa...

Kuliah

Gambar
Akhirnya setelah nengok keadaan blog ini yang udah ditumbuhin sarang laba-laba, sekarang saya putuskan untuk nuliiiiis! Yeaaaaaa. Lama nggak curhat-curhat, kali ini mau nyeritain kalo saya udah kuliah, hehehehe, udah tingkat 2 alias semester 3. Udah setrip 2 di pangkat. Udah makan asam manisnya jadi perantau, anak kos, anak sekolah kedinasan, anak gembala, anakku bukan anakmu, stop. Intinya tuh, ada beberapa hal, dari yang penting sampai yang penting banget, mau saya beberkan sehingga tidak lagi tabu dan layak untuk diperbincangkan, berkaitan dengan kehidupan setelah saya kuliah di ibu kota yang katanya lebih kejam dari ibu kalian. Let's check! Nge-kost Semenjak di Jakarta, udah 1x pindah kos. Jadi, dulu waktu pertama dateng ke sini bertepatan dengan daftar ulang, belom tau kosan yang mana, karena kosannya boleh nitip ke kakak rohis. Begitu sampe nih, jam 7 pagi, nggak ada tempat bernaung, akhirnya Mama nyuruh saya langsung daftar ulang TANPA MANDI ATAUPUN CUCI ...

Getting Ready !

Gambar
Haaaaaah. Nggak kerasa udah 6 bulan di sini, di ibu kota, orang bilang lebih kejam dari ibu tiri, orang bilang bukan Jakarta kalo nggak macet, daaaaaan hal-hal lain yang nggak ada di tempat kelahiran saya. Pola hidup sedikit berubah, layaknya anak kos lainnya. Nyuci baju, nyuci piring, cari makan, bersih-bersih kamar, semua dilakuin sen-di-ri. Memang hidup di sini mandiri, tapi dituntut bisa kerjasama juga sama temen-temen entah itu di kos atau di kampus, karena emang begitulah caranya kalo mau bertahan. Ternyata Jakarta seperti ini, menurut kacamata saya sih, nggak beda-beda amat sama kehidupan di kota saya sebelumnya. Cuma yang bedain itu di sini banyak hiburan, lebih gampang transportasi, dan fasilitas umum lainnya. Masalah macet-pun nggak terlalu berpengaruh, dengan sendirinya pasti jadi kebiasaan kalau mau jalan jam sekian harus sudah siap jam sekian. Naik angkot atau antre busway berlama-lama pun nggak terlalu masalah. Intinya, semua akan normal kalau kita "enjoy...