Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curhat Session

Cuek.is.me

Assalamualaikum, Tulisan ini berisi setengah curhat dan setengahnya lagi pengakuan rasa bersalah. Baru nutup telfon dari keluarga di rumah, dan sepertinya saya tersadar lagi akan satu hal yang sebenarnya saya sudah berusaha mengubahnya dari dulu tapi mungkin belum berjalan sempurna. Jadi begini, sepertinya saya termasuk orang yang jarang sekali berbicara terbuka, saya jarang sekali memulai pembicaraan kecuali penting, saya jarang sekali membuka pesan dengan segera kecuali dari orang-orang terdekat atau mereka yang beruntung saya anggap dekat, bisa juga terkait pekerjaan yang deadline nya sudah dekat, hehe. Oke, pada intinya sepertinya saya memang cuek, hiks. Bahkan di ulang tahun ke 17, mama mengirimkan pesan singkat berisi doa-doa yang di dalamnya terselip satu kalimat "semoga menjadi anak yang peduli dengan lingkungan", oke ini strike to the heart and brain. Alkisah, dulu, ketika saya sedang mengerjakan hal serius, misalnya milih sabun di supermark...

Memendam Rasa

Gambar
Judulnya lil bit provocative, hehe. Jadi sepertinya hari ini perlu ditandai sebagai hari pertama pijit lagi setelah belasan tahun nggak pijit. Dengan alasan, baru saja bersentuhan motor dengan motor di hari Minggu pagi yang cerah lalu. Dulu cuma mau dipijit sama mbah uti aja, memang beliaunya tukang pijit. Kali ini dibelain pulang ke rumah karena sepertinyaa ada yang salah dengan kaki saya, jalan udah nggak lurus lagi. Alasan pendukung, di rumah lebih banyak opsi tukang pijit perempuan daripada di Jakarta. Sedangkan alasan tambahannya, ya karena memang udah 2 bulan nggak pulang, waktunya insya Allah pas a.k.a nggak banyak tanggungan di tempat nyangkul, meskipun pake drama juga. Ya Allah dipikir-pikir tiap pergi nih drama terus, kapan-kapan pengen dirangkum aja biar tobat. Okay, langsung enakan sih ini badan ya meskipun belum boleh mandi. Ternyata waktu kena air wudlu aja kerasa sakit nyut-nyutan #lebaydikit. Tapi sebenernya saya agak kaget waktu si embak yang mijit saya ...

My see-saw-like life

Gambar
Halo blog, cuap-cuap dikit ya, udah lama dianggurin.. 00.16 dan mata ini belum mau merem. Sekarang weekend, biasanya tidur cepet, bangun subuh lanjut tidur lagi, gitu aja sampe tiba-tiba udah senen lagi hehe. Pergantian status dari mahasiswa jadi pegawai magang cukup membuat tatanan aktivitas keseharian saya berubah. Coba ditelisik ya untuk hari kerja, dari bangun pagi: sebelum subuh udah mulai "gupruk" nyiapin kostum yang biasanya waktu kuliah dulu nggak pernah pusing. Jadi sekarang baru paham inilah enaknya kuliah pake seragam. Sekarang mau ke kantor pake mikir mau ber-outfit apa haha. Cewek, muslimah, bisa dipastikan "tetekbengek" nya 3-4 kali lipat lebih banyak dari laki-laki. Waktu dandan touch-up pun demikian, kadang nggak sempet sarapan cuma gara-gara ritual yang satu itu. Ah gampang sarapan mah bisa di kantin, makan siang di kantin, makan malem beli di jalan.  Bahkan, itu magic com sampe kering debuan nggak pernah dipake buat masak nasi. Paling...

Turun dari Kereta

Gambar
Anak mama udah nyampe kosan lagi.... Turun dari kereta, laper, cari nasi goreng, eh pada abis. Anak mama belum beruntung :') Nyari temen cerita nemunya laptop, jadi deh postingan ini horeee. Jadi, sepertinya kali ini adalah pulang kampung yang terakhir sebelum resmi wisuda. Udah empat tahun gaes dijejelin rumus, rumusnya minta diapalin diturunin dipraktekin dasar kau parasut :)) Nggak deng, di tahun-tahun terakhir dijejelin coding. Ngodingnya nggak segampang kalo ngodein doi sih, makanya cuma orang-orang yang bertalenta aja kayaknya yang bisa survive, yang nggak berbakat berarti harus meneteskan peluh bercampur air mata kayak eyke... Oke sekarang pakai bahasa yang lebih benar ya... Alhamdulillah 4 tahun dilewati dengan banyak dinamika. Alhamdulillah sepertinya kuliah saya nggak cuma kupu-kupu (kuliah pulang-kuliah pulang) ataupun kunang-kunang (kuliah nangkring-kuliah nangkring). Dan alhamdulillah lagi, tanggal 10 September sudah dinyatakan layak lulus sidang. Betapa...

Outfit of the day

Gambar
Hari ini, turut berbahagia untuk mereka semua yang hilir mudik di foto-foto pernikahan di beranda facebook. Mulai dari teman SMA, teman kuliah, teman seperhobian beberapa waktu yang lalu, sampai mantan murobbi.  Mungkin salah satu kompornya adalah.... dok. pribadi Pagi tadi, memutuskan untuk memakai kaos ini. Lipatannya yang terlampau jelas, baunya yang serupa kamper, mencerminkan ia terlalu lama didiamkan di dalam lemari. Keluarlah kau kaos hitam dengan aksen keemasan, bermaterial 100% cotton , berukuran S for men , dibeli bulan puasa 5 tahun yang lalu. Waktu itu pertama kalinya nonton konser ngabuburit di luar kota.  Kalau dirunut lagi... ----Dari yang nonton duduk manis di gedung berkelas waktu acara amal, berdiri nemplok pager alun-alun di ngabuburit gratisan, ajrut-ajrutan di rumput stadion dan dengkul rasanya mau copot sampe disiram water canon----- sudah pernah dirasakan. Sudah 2 tahun ini, aktivitas yang satu itu tidak saya alami. Pernah seseorang mena...

January 1st, 2015

Gambar
Selamat malam, masih di ruangan 3 x 2,5 meter yang jadi tempat berteduh dari panas dan hujan selama beberapa tahun terakhir, di Ibu Kota dengan segala hiruk pikuknya, semakin terasa apalagi di malam pergantian tahun masehi ini. So this is my very first post in this year . Bukan selamat tahun baru, bukan pula resolusi yang akan saya torehkan di postingan ini. Melainkan tentang mereka, orang-orang terdekat, meskipun tidak secara fisik untuk saat ini. Dan tentang kami, yang telah lama dipersatukan dalam naungan indah bernama, keluarga... Happy 22th, Mom & Dad ! Dua puluh dua tahun yang lalu, dengan tatanan acara yang sangat sederhana, sepasang wanita dan lelaki mengikat janji. Merekalah yang sampai sekarang saya panggil Mama dan Bapak, bukan panggilan yang lain. Saya yang hanya mengenang lewat foto, pernah bertanya " Ma, deneng mama kalih bapak mboten dijejerke kaya budhe ? " Ma, kok mama sama bapak nggak dijejerin di pelaminan kayak budhe ?  "Males lah, m...

Be friend

Gambar
Kadang hanya mendengar cerita, dan ingin sekali mendekat  Kadang memilih, dan dengan cepat memutuskan menjauh Tapi tak jarang hati ini menelisik, kemudian tampak setitik kebaikan Mungkin untuk diterima atau bisa saja dibagikan Maka berteman pula dalam batas, yang hanya dipahami sudut kecil ini  Juga Dia yang selalu mengetahui

Craving for Motivation

Gambar
Paragraf ini dibuat ketika sinyal B*O*L*T udah lancar di kosan, yes yes ngirit alhamdulillah :D Atau bisa jadi lebih boros ? Hehe. Ngomong-ngomong boros, ada hal yang nggak kalah boros, namanya waktu. Layaknya pedang, dia bisa menolongmu jika kau gunakan dengan baik, tapi bisa membunuhmu jika kau lalai. Liat sekarang berapa balok yang numpang di kedua pundak ? Ada 2x4 om, tante... (atau 4x2 ya) hehe. Itu balok memang bukan balok beneran, tapi anehnya rasanya memang sungguh lumayan berat. Even imaging how much obstacles that we have to go through, is pretty creepy... Dan...... Sekarang ini yang terpikir-tidak terpikir yaitu topik skripsi . Oh my to the GOD. Apa, mengapa, bagaimana. Yang paling penting itu "kapan". Nanti, nanti, atau nanti ? Sometimes later becomes never. Catet. Tiba tiba tiba tiba, memori otak ini flashback, yang kalau diinget sebenernya merasa bersalah juga. Dulu jaman 2012, ketika lebih sering makan tidur jalan daripada belajar dan berorganisa...

Belajar jadi "ibu"

Gambar
Pengen corat-coret dan akhirnya menerbitkan lagi blog ini setelah dilakukan sedikit "pembersihan" hehe. Lama nggak nulis di sini, banyak sekali hal yang terjadi, banyak perubahan, contohnya si bungsu yang sekarang sudah besar. Kebetulan saya sedang idle di rumah, menunggu masa-masa mahasiswa tingkat akhir, oh nooo oh yes. Dan kebetulan lainnya adalah pulang kampung kali ini tanpa ketemu orang tua karena mereka sedang melaksanakan rukun islam yang ke-5 insya Allah.

Kuliah

Gambar
Akhirnya setelah nengok keadaan blog ini yang udah ditumbuhin sarang laba-laba, sekarang saya putuskan untuk nuliiiiis! Yeaaaaaa. Lama nggak curhat-curhat, kali ini mau nyeritain kalo saya udah kuliah, hehehehe, udah tingkat 2 alias semester 3. Udah setrip 2 di pangkat. Udah makan asam manisnya jadi perantau, anak kos, anak sekolah kedinasan, anak gembala, anakku bukan anakmu, stop. Intinya tuh, ada beberapa hal, dari yang penting sampai yang penting banget, mau saya beberkan sehingga tidak lagi tabu dan layak untuk diperbincangkan, berkaitan dengan kehidupan setelah saya kuliah di ibu kota yang katanya lebih kejam dari ibu kalian. Let's check! Nge-kost Semenjak di Jakarta, udah 1x pindah kos. Jadi, dulu waktu pertama dateng ke sini bertepatan dengan daftar ulang, belom tau kosan yang mana, karena kosannya boleh nitip ke kakak rohis. Begitu sampe nih, jam 7 pagi, nggak ada tempat bernaung, akhirnya Mama nyuruh saya langsung daftar ulang TANPA MANDI ATAUPUN CUCI ...

Getting Ready !

Gambar
Haaaaaah. Nggak kerasa udah 6 bulan di sini, di ibu kota, orang bilang lebih kejam dari ibu tiri, orang bilang bukan Jakarta kalo nggak macet, daaaaaan hal-hal lain yang nggak ada di tempat kelahiran saya. Pola hidup sedikit berubah, layaknya anak kos lainnya. Nyuci baju, nyuci piring, cari makan, bersih-bersih kamar, semua dilakuin sen-di-ri. Memang hidup di sini mandiri, tapi dituntut bisa kerjasama juga sama temen-temen entah itu di kos atau di kampus, karena emang begitulah caranya kalo mau bertahan. Ternyata Jakarta seperti ini, menurut kacamata saya sih, nggak beda-beda amat sama kehidupan di kota saya sebelumnya. Cuma yang bedain itu di sini banyak hiburan, lebih gampang transportasi, dan fasilitas umum lainnya. Masalah macet-pun nggak terlalu berpengaruh, dengan sendirinya pasti jadi kebiasaan kalau mau jalan jam sekian harus sudah siap jam sekian. Naik angkot atau antre busway berlama-lama pun nggak terlalu masalah. Intinya, semua akan normal kalau kita "enjoy...

Thanks

Gambar
Hari ini, dengan pikiran yang random, hati gundah gulana, jiwa melayang mengembara, saya putuskan untuk pulang ke kota kelahiran. Bapak, mama, adek, kangeeeeen! Akhirnya bisa ngeliat kalian lagi, bisa denger suara kalian lagi. Suara bapak tetap bersahaja, suara mama tetap menenangkan jiwa (layaknya di telfon yang hampir setiap hari saya terima), dan suara adek sudah sedikit berubah agaknya, jadi lebih berat, yiaaa you're on the way to be a man dek! hehe.

Hold On

Gambar
Hello kawan semua, lama banget rasa-rasanya nggak posting blog, jemari ini lama tidak bergoyang.. Sebenernya banyak kejadian-kejadian yang ingin saya ceritakan di sini, tentang Jakarta, tentang rangkaian ospek di kampus yang tak kunjung selesai, tentang pelatihan di Rindam Jaya bareng TNI, tentang outbound di hutan, tentang GIGI yang ngeksis di luar negeri, tentang CNBLUE yang sebentar lagi konser di Indonesia. Buanyaaaaaak deh, bingung mau mulai kapan dan dari mana. Yang jelas bukan sekarang, karena setelah pulang dari diklat mental dan kedisiplinan selama 6 hari kemarin, Magradika yang harusnya hanya 3 hari, jadi diperpanjang. Dan tugasnya itu minta ampuuuuuun. Kalau disuruh memilih antara dilatih sama TNI atau ngerjain tugas magradika jelas saya pilih diklat. Lebih baik hidup di barak, jarang mandi, guling-guling di tanah dan lumpur, kegiatan jasmani di bawah terik matahari di siang bolong, naik turun tebing, meluncur dari ketinggian puluhan meter, makan porsi tentara dalam ...

Traffic

Gambar
Mau curhat aja kali ini. Soal postingan "Armand Maulana, artis yang punya fans artis". Berawal dari bengong di rumah, nunggu waktu pindahan, tapi ogah packing-packing, cuma internetaaaaaan aja kerjaannya (jangan ditiru ya). Saya nulis postingan itu, cuma iseng-iseng. Tapi secara sadar saya share lah itu postingan ke Fb & Twitter. Eh, seorang mas gigikita mementionkan nya ke @armandmaulana. Armand memberikan tanggapan. Aaaaaa, isin. Jangan-jangan seorang Armand Maulana telah membaca tulisan ngawur saya itu, hadeuuu~. Tapi salah saya juga sih kenapa pake pamer dishare-share segala >,< Tau gitu kan bahasanya lebih diperhalus, terus diselipin puji-pujian buat kang Manto, hahaha. Yasutrala, semoga tidak ada yang tersinggung dengan postingan itu. Maaf kepada Ian Kasela karena saya sempat salah nempel fotonya Moldy, tapi terimakasih ada mbak gigikita yang mengingatkan, hehe.

Keputusan dengan segala konsekuensinya

Gambar
Bulan Agustus jadi bulan yang paling produktif untuk saya, tiada hari tanpa posting blog (read : nggak ada kerjaan) kekekekek. Sebenernya masih punya tanggungan mempersiapkan “magradika” dengan segala tetek bengeknya. Apa itu magradika ? Siapa dia ? Apakah tampan ? Sedikit keterangan, magradika punya kepanjangan “masa integrasi pendidikan kampus”. Denger namanya aja saya males. Jadi lebih baik kalo saya memanfaatkan waktu yang ada untuk sering-sering posting blog, untuk beberapa bulan kedepan mungkin akan jarang. Karena ini acara padet banget, dan bakalan lama (konsekuensi 1) . Saya pikir kalo bikin catetan agenda di notebook jadi bikin semangat, tapi tetep aja muales rek. Ada tugas makalah juga yang sampe sekarang tak kunjung kelar. Padahal udah sebulan sejak perintah itu diturunkan. Selain bikin makalah masih harus nyiap-nyiapin peralatan untuk magradika yang lumayan (konsekuensi 2) .

Something's wrong with the car

Gambar
Hello guys.. Malem ini gua hendak cerita (halah).  Okay, ceritanya, kemaren sore (hari Sabtu) saya dan keluarga melaksanakan kegiatan rutin yaitu nengok embah. Sebisa mungkin kami selalu meluangkan waktu untuk nengok mereka di saat weekend. Rumah mbah ini terletak di sebuah desa yang jauhnya sekitar 40km dari kota kabupaten, namanya Kawunganten.  Seperti biasa, nyiapin bekel-bekel buat buka, baju-baju, dll, berangkat. Di tengah jalan, si adek kepengen es buah buat buka. Kita mampir sekalian mompa gerobak kesayangan. Tiba-tiba mama ngomongin STNK yang ternyata bapak lupa nggak bawa. Padahal bulan ramadhan ini lagi ada program "operasi ketupat", macem tilangan gitu lah intinya. Yaudah puterbalik, eh pas mau muter ternyata jalanan rame banget dan bapak nggak sabar, nekat jadinya nggak bawa STNK :P Gancet part 1 Alhamdulillah perjalanan lancar, lewat hutan, jalan yang alusnya minta ampun, lurusnya nggak ketulungan. Tapi sesuatu terjadi setelah hampir sampe di kota kecamatan. ...

Dua Vokal Tiga Konsonan, the next chapter

Gambar
Malam ini saya berada pada mood saya untuk melanjutkan sebuah postingan terdahulu “dua vokal tiga konsonan”. (paragraf ini saya tulis beberapa minggu yang lalu) (tarik nafas panjaaaaaaaaaaang) Saya telah berpikir ribuan kali untuk membuat postingan ini. Saya telah menimbang imbasnya. Bagaimana kalau makhluk yang saya elu-elukan di sini, membacanya. Bagaimana jika orang lain memberitahukan padanya tentang apa yang saya tuliskan ini. Keputusannya, saya tidak takut. Ini hanya soal perasaan. Kalaupun dia telah membaca, tidak ada alasan untuk saya menjadi malu. Karena perasaan bocah SD ini kala itu benar-benar suci. Tidak bisa dicampur-adukkan dengan logika. Tidak boleh disalahkan, tidak pula dipermasalahkan, karena sedikitpun tidak terbersit niat untuk memadu "hal" yang layaknya orang dewasa lakukan, ia hanya mencoba menghindar... Secara halus. Tuhan telah menganugerahi manusia suatu kelebihan ini. Saya bersyukur bisa menyukai banyak hal, jantung berdegup kencang ketika...